wolcome

thame

Bosen Sama Backgroundnya?
Ganti Aja!

Senin, 16 Mei 2011

17. AL RAZZAQ (MAHA PEMBERI REZEKI)



-Si Pelit Ditelan Bumi-

Pada zaman Nabi Musa as hidup seorang lelaki miskin bernama Qarun. Ia rajin beribadah dan disayang Nbi Musa as. Karena bosan dengan kemiskinan, ia akhirnya meminta Nabi Musa as untuk memohonkan rezeki kepada Allah Swt Nabi Musa as pun mendoakannya. Allah Yang Maha Pemberi Rezeki langsung member Qarun harta berlimpah ruah. Dia memiliki ribuan gudang harta. Penuh berisi emas dan perak.
Namun sayangnya, setelah kaya Qarun menjadi oaring yang sangat pelit. Ia lupa dari mana rezekinya itu berasal. Ia begitu sombong. Allah Swt pun menurunkan azab kepadanya. Terjadilah gempa bumi. Qarun dan seluruh hartanya yang dimilikinaya amblas masuk ke dalam tanah.
Allah memberikan hal-hal yang bermanfaat kepada semua makhluk-Nya. Allah adalah sumber rezeki semua makhluk. Sehingga Allah memilki nama indah Al Razzaq, yaitu Maha Pemberi Rezeki.
“Sesungguhnay Allah Dialah Maha Pemberi Rezeki Yang mempunyai kekuatan lagi sangat kokoh.” (Q.S. Adz Dzariyaat :58)

16. AL WAHHAAB (MAHA PEMBERI)



-Hamil dalam Usia Lanjut-

Usia Nabi Ibrahim as. Dan istrinya Siti Sarah auadah sangat tua. Namun, Nabi Ibrahim as dan istrinya belum juga dikaruniani anak. Meski demikian, mereka tak pernah menyerah berdoa kepada Allah Swt memohon dikaruniani seorang anak.
Beberapa lama kemudian, Allah Yang Maha Pemberi mengabulkan doa mereka. Sungguh menakjubkan. Siti Sarah dapat hamil. Padahal Siti Sarah sudah tua. Waktu itu, Siti Sarah berusia 90 tahun.
Sembilan bulan setelah itu, lahirlah seorang bayi laki-laki bernama Ishak. Kemudian Allah Swt mengangkat Ishak menjadi seorang Nabi. Bersama Nabi Ibrahim, Ishak berdakwah di daerah Kana’an dan Palestina.
Allah Swt memberikan seluruh karunia kepada semua makhluk ciptaan-Nya. Allah memiliki kebaikan yang melimpah. Sehingga Allah memiliki nama indah Al Wahhaabu, yaitu Maha Pemberi.
“Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau beri petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi Engkau; karena sesungguhnya Engkaulah Maha Pemberi (Karunia).” (Q.S. Ali Imran :8)

15. AL QOHHAAR (MAHA PENAKLUK)



-Makhluk Pertama yang Membangkang-

Allah Swt memerintahkan para malaikat dan Iblis untuk sujud kepada Adam as. Namun, Iblis tidak mau sujud kepada Adam as. Iblis merasa dirinya lebih mulia disbanding Adam. Karena iblis diciptakan dari api, sedangkan Adam diciptakan dari tanah. Iblis adalah makhluk Allah yang masih termasuk bangsa jin. Yang diciptakan Allah lebih dulu disbanding Adam as.
Karena melanggar perintah itu, Allah Swt kemudian menghukum iblis. Iblis diusir Allah dari surgs.
Iblis kemudian menjadi penghuni abadi neraka. Yang penuh api dan siksaan. Sejak saat itu, iblis menjadi musuh Nabi Adam as. Iblis selalu menggoda dan menyesatkan Nabi Adam dan seluruh keturunannya hingga saat ini.
Allah sensntiasa menang dan berkuasa. Sehingga dapat melakukan segala sesuatu sesuai dengan kehendak-Nya. Sehingga Allah memiliki nam indah A Qohaar, yaitu Maha Penakluk.
“Allah adalah Pencipta segala sesuatu dan Dialah Yang Maha Esa lagi Maha Penakluk.” (Q.S. Ar Ra’d :16)

14. AL GHAFFAAR (MAHA PENGAMPUN)



-Pembunuh yang Masuk Surga-

Ada seorang lelaki pada zaman Bani Israel yang terkenal kejam. Bayangkan, ia telah membunuh 99 orang. Naudzubillah. Betapa besar sekali dosanya.
Namun setelah dia membunuh orang yang keseratus, Allah member karunia dan hidayah padanya. Sehingga ia serta merta menyesali perbuatannya.
Dengan penuh penyesalan, ia memohon ampunan pada Allah Swt sambil menangis. Ia benar-benar bertobat, ia berjanji dengan sungguh-sungguh tidak akan mengulangi perbuatan jahatnya itu.
Sebenarnya, dosa orang itu masih kecil bila dibandingkan dengan ampunan Allah Swt yang amat luas. Allah Yang Maha Pengampun kemudian menerima tobatnya. Tidak berapa lama, dia meninggal dan segala dosa-dosanya diampuni oleh Allah Swt.
Allah Sang Pengampun, Yang Maha Memberi ampunan. Sehingga Allah memiliki nama indah Al Ghaffaar, yaitu Maha Pengampun.
“Dan sesungguhnya Aku Maha Pengampun bagi orang yang bertobat, beriman, beramal saleh, kemudian tetap di jalan yang benar.” (Q.S. Thaha :82)

13. AL MUSHAWWIR (MAHA PEMBENTUK)



-Si Bundar Berduri-

Landak adalah jenis binatang yang berjalan sangat lambat. Jika ada musuh atau bahaya datang, dia tidak akan sempat melarikan diri dan bersembunyi. Akan tetapi, Allah Swt telah memberikan bentuk pertahanan diri yang unik bagi landak.
Allah Swt memberikan duri di sekujur tubuh landak. Jika ada musuh datang, landak akan menarik ekor ke mulut. Sehingga bentuk tubuhnya menjadi bundar. Seluruh duri yang ada di tubuhnya akan berdiri dan melindunginya dari ancaman musuh.
Allah-lah yang merancang segala sesuatu. Allah Swt adalah pencipta seluruh benda dan pelukis semua wujud. Sehingga Allah Swt memiliki nama Al Mushawwiru, yaitu Maha Pemberi Bentuk.
“Dialah allah yang menciptakan, yang mengadakan, yang membentuk rupa, yang memiliki nama-nama yang paling baik. Bertasbihlah kepada-Nya apa yang ada di langit dan di bumi. Dan Dialah Yang Mahaperkasa lagi Mahabijaksana.” (Q.S. Al Hasyr:24)

12. AL BAARI’ (MAHA MENGADAKAN)



-Ratu dengan 80.000 Lebah Pekerja-

Allah Swt. Menciptakan lebah dengan beberapa keistimewaan. Sarang yang di bangun lebah berbentuk segi enam. Selain sebagai tempat tinggal, sarang juga menjadi tempat menyimpan madu. Sarang ini dapat menampung 80 ribu ekor lebah. Di dalam sarang tinggal Ratu Lebah dan Lebah Pekerja.
Lebah memberikan manfaat yang sangat besar kepada manusia dan kepada tumbuhan.
Lebah menghasilkan madu yang bermanfaat bagi kesehatan manusia. Selain enak, madu itu bernilai gizi tinggi dan berkasiat sebagai obat. Lebah juga ikut membantu proses penyerbukan bunga pada tumbuhan.
Allah Swt mewujudkan segala hal sesuai dengan takarannya yang tepat. Dialah Pencipta semua makhluk. Sehingga Allah memiliki nama Al Baari’, yaitu Maha Mengadakan.
“Dialah Allah Yang menciptakan, Yang mengadakan, Yang membentuk rupa, Yang memiliki nama-nama paling baik. Bertasbihlah kepada-Nya apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Dan Dialah Yang Mahaperkasa lagi Mahabijaksana.” (Q.S Al Hasyr:24)

11. al khaaliq (maha pencipta)



-Si Ikan Berduri Landak-

Allah Swt. Menciptakan ikan buntal yang bisa menggelembungkan tubuhnya bila sedang terancam bahaya.
Ikan buntal akan menelan air atau udara yang banyak sampai tubuhnya membesar, duri-duri di sekujur tubuhnya ikut mencuat keluar. Tubuhnya jadi membulat dan berduri menjadi landak. Melihat ikan buntal seperti itu, musuhnya pun segera kabur ketakutan.
Jika musuhnya sudah jauh pergi, ikan buntal ini akan mengempiskan tubuhnya kembali perlahan-lahan.
Allah Swt. Menciptakan segala sesuatu dari ketiadaan serta menetapkan segala peristiwa yang bakal terjadi di hari kemudian. Sehingga Allah bersifat Al Khaaliq, yaitu Maha Menciptakan.
“Dialah Allah yang menciptakan, Yang mengadakan, Yang membentuk rupa, yang memiliki nama-nama yangpaling baik. Bertasbih kepada-Nya apa yang ada di langit dan di bumi. Dan Dialah Yang Mahaperkasa lagi Mahabijaksana.”
(Q.S Al Hasyr:24)

10 . AL MUTAKABBIR(PEMILIK SEGALA KEAGUNGAN)



-Si Tangan Delapan-

Allah menunjukkan kebesarannya pada gurita. Croot! Jika sedang berada dalam bahaya, gurita akan menyemprotkan tinta hitam kearah musuhnya. Musuh yang mengejar jadi tidak bisa melihat dengan jelas. Di saat itulah gurita segera lari menyelamatkan diri.
Coba bayangkan, ibu gurita biasa bertelur sebanyak 150.000 butir telur selama dua minggu. Wah, subhanallah! Banyak sekali. Ya.
Gurita memiliki delapan tentakel atau lengan. Tentakel itu memiliki alat penghisap untuk memegang dan menangkap kepiting dan makanan lainnya.

Allah menunjukan keagungannya di segala hal dan dalam segala cara. Sehingga Allah memiliki nama Al Mutakbbir, yaitu pemilik segala keagungan.
“Dialah Allah Yang tiada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia, Raja, Yang Mahasuci, Yang Mahasejahtera, Yang mengaruniakan keamanan, Yang Maha Memelihara, Yang Maha perkasa, Yang mahakuasa, Yang memiliki segala keagungan, Mahasuci Allah dari apa yang mereka persekutukan.” (Q.S. Al Hasry:23)

9 . AL JABBAAR (MAHA PEMAKSA)



-Menghidupkan Merpati Yang Mati-

Nabi Musa as. Menerima wahyu di gunung Tursina. Beberapa lama kemudian, Nabi Musa. Ingin melihat kekuasaan Allah Swt. Allah memerintahkan Nabi Musa as. Memotong-motong seekor burung merpati. Bagian-bagian badan dari bururng itu oleh Nabi Musa dibuang ke tempat yang berbeda-beda.
Kemudian Allah Swt. Memerintahkan Nabi Musa as. Memanggil burung merpati itu. Dengan kekuasaan Allah Swt., burung itu bisa hidup kembali. Burung merpati itu terbang kehadapan Nabi Musa as. Dalam keadaan utuh.
Allah Swt. Memperbaiki semua hal yang biasa serta merampungkan segala sesuatu yang belum selesai. Sehingga Allah Swt. Memiliki nama indah Al jabbar, yaitu Maha Pemaksa.
“Dialah Allah Yang tiada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia, Raja, Yang Mahasuci, Yang Mahasejahtera, Yang mengaruniakan keamanan, Yang Maha Memelihara, Yang Mahaperkasa, Yang Mahakuasa, Yang memiliki segala keagungan, Mahasuci Allah dari apa yang mereka persekutukan.” (QS.Al Hasyr:23)

8. al ‘aziz (maha perkasa )



-Ketepel Nabi Daud-

Saat itu Nabi Daud as. Masih berunur 9 tahun . Namun, sungguh menakjubkan. Meski tubuhnya kecil, ia mampu menggalahkan Raja Jalut, musuh bangsanya. Padahal, setiap laki-laki dari kaum Nabi Daud tidak ada satupun yang dapat mengalahkan Raja Jalut yang gagah perkasa. Ketika berhadapan dengan Raja Jalut, Nabi Daud ibarat anak kecil yang melawan seorang raksasa.
Jalut adalah seorang Raja yang sombong. Ia menganggap remeh ketika melihat Nabi Daud kecil menantangnya. Namun, Allah Swt. Yang Maha Perkasa memberikan kekuatan dan keberanian kepada Nabi Daud as.
Meski Nabi Daud as. Hanya bersenjatakan ketapel yang sederhana berkat pertolongan Allah Swt. Dia berhasil mengalahkan Raja Jalut. Subhanallah!! Sungguh luar biasa !
Allah Maha Perkasa. Dia tidak dapat ditaklukkan. Tak ada satupun yang dapat mengalahkan dan melemahkan-Nya. Sehingga Allah Swt memiliki nama Al ‘Aziiz yaitu, Maha Perkasa.
“Sungguhnya Akulah Allah, Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana”. (QS.An Naml:9)

7. al muhaimin (maha memelihara)



-Pasukan Bergajah-

Allah Swt. Telah memelihara Ka’bah sejak Ka’bah dibangun oleh Nabi Ibrahim as. Dan putranya Nabi Ismail as.Suatu ketika, Raja Abrahah dari Afrika berencana untuk menghancurkan Ka’bah. Ia ingin menghina bangsa Arab dan mencegah orang-orang melaksanakan ibadah ke Ka’bah.
Raja Abrahah dan pasukan bergajah kemudian datang ke Makkah untuk menyerang Ka’bah. Namun, Allah Yang Maha Memelihara mengirimkan pasukan burung Ababil. Burung-burung ini serentak menjatuhkan batu-batu panas menghancurkan pasukan bergajah Abrahah. Raja Abrahah dan pasukanya berlarian kalang kabut. Mereka mengalami kekalahan besar dan tidak jadi menghancurkan Ka’bah.
Allah mengawasi dan melindungi seluruh ciptaan-Nya yang terdapat di alam ini. Sehingga Allah memiliki nama indah Al Muhaimin, Maha Memelihara.
“Dialah Allah Yang tiada Tuhan (Yang berhak disembah) selain Dia, Raja, Yang mengaruniakan keamanan, Yang Maha Memelihara, Yang Mahaperkasa, Yang Mahakuasa, Yang memiliki segala keagungan, Mahasuci Allah dari apa yang mereka persekutukan.” (QS.Al Hasyr:23)

6 . al mu’min (maha pemberi keamanan)



-Laba Laba Pelindung-

Ketika Rasullulah Saw. Dan Abu Bakar dikejar-kejar kaum kafir Quraisy,mereka bersembunyi di dalam gua Tsur. Allah yang Maha Memberi Keamanan kemudian menghiasi mulut gua Tsur dengan jarring laba-laba yang memenuhi semua isi mulut gua. Kaum Quraisy yang mengejar rasul kemudian berfikir bahwa Rasulullah dan Abu Bakar tidak mungkin masuk dan bersembunyi di dalam gua itu. Karena jaring laba-laba itu tetap utuh tak ada yang terputus satu pun.
Selama beberapa hari, Rasulullah dan Abu Bakar bersembunyi di dalam Gua Tsur. Ketika suasana mulai aman, mereka keluar dari gua kemudian melanjutkan perjalanan ke Madinah.
Allah Maha Pemberi Keamanan. Dia menanamkan keimanan di hati para hamba-Nya serta melindungi mereka yang mencari perlindungan-Nya. Sehingga Allah memiliki nama Al Mu’min, yaitu Pemberi keamanan.
“Dialah Allah Yang tiada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia. Raja Yang Mahasuci. Yang Mahasejahtera. Yang mengaruniakan keamanan, Yang Maha memelihara, Yang Mahaperkasa. Yang Mahakuasa, Yang memiliki segala keagungan, Mahasuci Allah dari apa yang mereka persekutukan” (QS.Al Hasyr:23)

5 . as salaam ( pemberi kedamaian )



-Bayi Ditinggal di dalam Gua-

Raja Namrudz menyuruh tentaranya untuk membunuh semua bayi lai-laki yang baru lahir. Ia bermampi bahwa suatu hari nanti akan ada seorang anak laki-laki yang merebut kerajaannya.
Azar, ayah Ibrahim, yang takut anknya dibunuh menyuruh istrinya untuk melahirkan Ibrahim didalam gua disebuah hutan. Ibu Ibrahim kemudian meninggalkan Ibrahim di dalam gua ketika ia masih berusia tiga bulan.
Allah Swt. Memberi keselamatan dan perlindungan kepada Ibrahim sehingga ia selamat dari gangguan cuaca dan binatang buas. Ibrahim baru keluar gua setelah berusia limatahun.
Allah Swt. Mnyelamatkan hamba-hamba-N ya dari seluruh bahaya dan gangguan. Sehingga Allah memiliki nama As salaam, yaitu maha Pemberi keselamatan.
“Dia-lah Allah Yang tida Tuhan (yan g berhak disembah) selain Dia. Raja Yan g M ahasuci, Yang M aha Sejahtera, Yang M aha M em elihara,Yan g Mahaperkasa,Yang m ahakuasa, Yang memiliki segala keagungan ,Mahasuci Allah dari apa yang mereka persekutukan”. (Q.S.Al Hasyr;23)

4. al qudduus (maha suci )



-Ketika Dadanya Dibelah-

Sewaktu masih kecil, Nabi Muhammad Saw.pernah didatangi dua malaikat yang menyerupai manusia. Mereka adalah malaikat jibril dan malaikat mikail.
Mereka membawa Nabi Muhammad ke sebuah keeebun. Nabi Muhammad direbahkan dan dadanya dibelah. Hatinya diambil dan disucikan dari kotoran. Setelah ittu, hatinya dikembalikan lagi ke tempat semula. Allah Swt. Kemudian memberi kesucian kepada nabi Muhammad Saw.
Sejak itu, Nabi Muhammad Saw, menjadi manusia yang berhati bersih dan memiliki akhlak yang mulia. Karena keluhuran akhlaknya, Nabi Muhammad dijuluki al amin. Yaitu orang yang dapat di percaya.
Allah Swt. Tidak pernah melakukan kekeliruan, kealpaan, ketidakmampuan, dan kecacatan. Sehimgga Allah memiliki nama Al Quddus,yaitu Maha Suci.
“Senantiasa bertasbih kepada Allah Swt. Apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi, Yang Maaaahasuci, Yang Maha-perkasa lagi Mahabijaksana.” (QS.Al Jumm’ah:1)

3. Al Malik ( maha raja )



-Ingin disembah Seperti Tuhan-

Raja Firaun adalah seorang raja Mesir yang terkenal sombong. Dia berkuasa pada masa Nabi Musa as. Dan Nabi Harun as.
Selain sombong, Firaun juga dikenal kejam. Dia gemar menyiksa rkyatnya yang tidak mau tunduk padanya. Firaun mengharuskan ramyatnya menyembahnya. Allah Swt. Lalu membalas kesombongan firaun.
Sehebat apapun Firaun, kekuasaannya begitu kecil jika di bandingkan dengan kehebatan dan kekuasaan Allah Yang Maha Merajai Alam semesta. Ketika Firaun dan pasukannya mengejar Musa as. Dan umatnya menyebrangi lautan, Allah Swt. Menenggelamkan Firaun dan pasukannya ke dalam Laut Merah. Sementara Nabi Musa as. Dan umatnya selamat sampai ke daratan.
Allah Swt. Maha Merajai dan merupakan Pemilik dan Raja seluruh alam. Sehingga Allah memiliki nama Al Malik, yaitu maha raja.
“Maka Maha tinggi Allah, Raja Yang Sebenarnya;tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia, Tuhan (Yang Memiliki) arasy yang mulia.” (QS.Al Mu’minunun:116)

2. Ar Rahim ( maha penyayang )



-Zam zam Sumber Air Abadi-

Allah Swt. Memerintahkan Nabi Ibrahim as. Membawa istrinya Siti hajar dan puteranya ismail menuju Mekkah. Siti Hajar dan Ismail yang masih kecil kemudian di tinggalkan di tengah padang pasir hanya dengan sedikit makanan. Ismail menangis karena kehausan. Siti Hajar pun berlari-lari antara bukit Shafa dan bukit Marwah sampai tujuh kali untuk mencari air minum.
Allah Yang Maha Penyayang kemudian mengutus Malaikat Jibril. Jibril menginjakkan kakinya sekuat-kuatnya ke atas tanah. Kemudian, tiba-tiba, dari bekas telapak kaki Jibril memancarlah air yang deras.Airnya sangat jernih dan tidak akan pernah kering. Mata air itu disebut Zam zam.
Setelah ada sumber air Zam zam, tempat itu pun lambat laun menjadi ramai. Kini Siti Hajar dan Ismail tidak merasa kesepian lagi. Allah Yang Maha Penyayang memberikan karunia dan kemakmuran kepada orang-orang beriman dan bertakwa kepada-Nya.
“Kabarkanlah kepada hamba-hamba-Ku, bahwa sengguhnya Akulah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS.Al Hijr:49)

Sedekah jangan setengah-setengah



sholatlah sebelum disolatkan..



Jangan Putus Asa



Tegar!!



Seruan Syaikh Usamah ..



Seruan Syaikh Usamah bin Ladin (Percik Darah di Serambi Al-Quds)



Manusia, Burung dan Cacing


Bila kita sedang mengalami kesulitan hidup karena himpitan kebutuhan materi, maka cobalah kita ingat pada burung dan cacing. Kita lihat burung tiap pagi keluar dari sarangnya untuk mencari makan. Tidak terbayang sebelumnya kemana dan dimana ia harus mencari makanan yang diperlukan.
Karena itu kadangkala sore hari ia pulang dengan perut kenyang dan bisa membawa makanan buat keluarganya, tapi kadang makanan itu cuma cukup buat keluarganya, sementara ia harus "puasa". Bahkan seringkali ia pulang tanpa membawa apa-apa buat keluarganya sehingga ia dan keluarganya harus "berpuasa". Meskipun burung lebih sering mengalami kekurangan makanan karena tidak punya "kantor" yang tetap, apalagi setelah lahannya banyak yang diserobot manusia, namun yang jelas

kita tidak pernah melihat ada burung yang berusaha untuk bunuh diri. Kita tidak pernah melihat ada burung yang tiba-tiba menukik membenturkan kepalanya ke batu cadas. Kita tidak pernah melihat ada burung yang tiba-tiba menenggelamkan diri ke sungai. Kita tidak pernah melihat ada burung yang memilih meminum racun untuk mengakhiri penderitaannya. Kita lihat burung tetap optimis
akan makanan yang dijanjikan Allah. Kita lihat, walaupun kelaparan, tiap pagi ia tetap berkicau dengan merdunya. Tampaknya burung menyadari benar bahwa demikianlah hidup, suatu waktu berada diatas dan dilain waktu terhempas ke bawah. Suatu waktu kelebihan dan di lain waktu kekurangan. Suatu waktu kekenyangan dan dilain waktu kelaparan.

Sekarang marilah kita lihat hewan yang lebih lemah dari burung, yaitu cacing. Kalau kita perhatikan, binatang ini seolah-olah tidak mempunyai sarana yang layak untuk survive atau bertahan hidup. Ia tidak mempunyai kaki, tangan, tanduk atau bahkan mungkin ia juga tidak mempunyai mata dan telinga. Tetapi ia adalah makhluk hidup juga dan, sama dengan makhluk hidup lainnya, ia mempunyai perut yang apabila tidak diisi maka ia akan mati.Tapi kita lihat , dengan segala keterbatasannya, cacing tidak pernah putus asa dan frustasi untuk mencari makan. Tidak pernah kita menyaksikan cacing yang membentur-benturkan epalanya ke batu.

Sekarang kita lihat manusia. Kalau kita bandingkan dengan burung atau cacing, maka sarana yang dimiliki manusia untuk mencari nafkah jauh lebih canggih. Tetapi kenapa manusia yang dibekali banyak kelebihan ini seringkali kalah dari burung atau cacing ? Mengapa manusia banyak yang putus asa lalu bunuh diri menghadapi kesulitan yang dihadapi? Padahal rasa-rasanya belum pernah kita lihat cacing yang berusaha bunuh diri karena putus asa. Rupa-rupanya kita perlu banyak belajar banyak dari burung dan cacing.

Kisah Si Monyet


Seekor anak monyet bersiap-siap hendak melakukan perjalanan jauh. Ia merasa sudah bosan dengan hutan tempat hidupnya sekarang. Ia mendengar bahwa di bagian lain dunia ini ada tempat yang disebut "hutan" di mana ia berpikir akan mendapatkan tempat yang lebih "baik". "Aku akan mencari kehidupan yang lebih baik!" katanya. Orangtua si Monyet, meskipun bersedih, melepaskan kepergiannya. "Biarlah ia belajar untuk kehidupannya sendiri," kata sang Ayah kepada sang Ibu dengan bijak.

Maka pergilah si Anak Monyet itu mencari "hutan" yang ia gambarkan sebagai tempat hidup kau Monyet yang lebih baik. Sementara kedua orangtuanya tetap tinggal di hutan itu. Waktu terus berlalu, sampai suatu ketika, si Anak Monyet itu secara mengejutkan kembali ke orangtuanya. Tentu kedatangan anak semata wayang itu disambut gembira orangtuanya.

Sambil berpelukan, si Anak Monyet berkata, "Ayah, Ibu, aku tidak menemukan hutan seperti yang aku angan-angankan. Semua binatang yang aku temui selalu keheranan setiap aku menceritakan bahwa aku akan bergi ke sebuah tempat yang lebih baik bagi semua binatang yang bernama hutan." "Malah, mereka mentertawakanku." sambungnya sedih. Sang Ayah dan Ibu hanya tersenyum mendengarkan si Anak Monyet itu. "Sampai aku bertemu dengan Gajah yang bijaksana," lanjutnya, "Ia mengatakan bahwa sebenarnya apa yang aku cari dan sebut sebagai hutan itu adalah hutan yang kita tinggali ini!. Kamu sudah mendapatkan dan tinggal di m hutan itu!" Benar, anakku. Kadang-kadang kita memang berpikir tentang hal-hal yang
jauh, padahal apa yang dimaksud itu sebenarnya sudah ada di depan mata."

Kita semua adalah si Anak Monyet itu. Hal-hal sederhana, hal-hal ada di sekitar kita tidak kita perhatikan. Justru kita melihat hal yang "jauh-jauh" yang pada dasarnya sudah di depan mata. Kita gelisah dengan karir pekerjaan, kita gelisah dengan sekolah anak-anak, kita gelisah dengan segala
rencana kehidupan kita. Padahal, yang pekerjaan kita sekarang adalah bagian dari karir kita. Padahal, anak-anak kita bersekolah sekarang adalah bagian dari proses pendidikan mereka dan hidup yang kita jalani adalah bagian dari rangkaian kehidupan kita ke masa yang akan datang.

Tanpa mengecilkan arti masa depan dan sesuatu yang lebih baik, ada baiknya apabila kita fokus dengan apa yang ada di depan mata, apa yang kita kerjakan sekarang, karena hal ini akan berpengaruh terhadap masa depan Anda. Dia memandangku dan berkata, "Kamu belajar dengan cepat, tapi jawabanmu masih salah karena banyak orang yang buta."

Gagal lagi, aku meneruskan usahaku mencari jawaban baru dan dari tahun ke tahun, Ibu terus bertanya padaku beberapa kali dan jawaban dia selalu, "Bukan. Tapi, kamu makin pandai dari tahun ke tahun, anakku."

Akhirnya tahun lalu, kakekku meninggal. Semua keluarga sedih. Semua menangis. Bahkan, ayahku menangis. Aku sangat ingat itu karena itulah saat kedua kalinya aku melihatnya menangis. Ibuku memandangku ketika tiba giliranku untuk mengucapkan selamat tinggal pada kakek.

Dia bertanya padaku, "Apakah kamu sudah tahu apa bagian tubuh yang paling penting, sayang?"

Aku terkejut ketika Ibu bertanya pada saat seperti ini. Aku sering berpikir, ini hanyalah permainan antara Ibu dan aku.

Ibu melihat kebingungan di wajahku dan memberitahuku, "Pertanyaan ini penting. Ini akan menunjukkan padamu apakah kamu sudah benar- benar"hidup". Untuk semua bagian tubuh yang kamu beritahu padaku dulu, aku selalu berkata kamu salah dan aku telah memberitahukan kamu kenapa. Tapi, hari ini adalah hari di mana kamu harus belajar pelajaran yang sangat penting."

Dia memandangku dengan wajah keibuan. Aku melihat matanya penuh dengan air mata. Dia berkata, "Sayangku, bagian tubuh yang paling penting adalah bahumu." Aku bertanya, "Apakah karena fungsinya untuk menahan kepala?" Ibu
membalas, "Bukan, tapi karena bahu dapat menahan kepala seorang teman atau orang yang kamu sayangin ketika mereka menangis. Kadang-kadang dalam hidup ini, semua orang perlu bahu untuk menangis. Aku cuma berharap, kamu punya cukup kasih sayang dan teman-teman agar kamu selalu punya bahu untuk menangis kapan pun kamu membutuhkannya."

Akhirnya, aku tahu, bagian tubuh yang paling penting adalah tidak menjadi orang yang mementingkan diri sendiri. Tapi, simpati terhadap penderitaan yang dialamin oleh orang lain. Orang akan melupakan apa yang kamu katakan... Orang akan melupakan apa yang kamu lakukan... Tapi, orang TIDAK akan pernah lupa bagaimana kamu membuat mereka berarti.

"Masa depan Anda, karir Anda, serta kehidupan Anda adalah yang Anda kerjakan hari ini."

Sang Pemancing


Pada tepian sebuah sungai, tampak seorang anak kecil sedang bersenang-senang. Ia bermain air yang bening di sana. Sesekali tangannya dicelupkan ke dalam sungai yang sejuk. Si anak terlihat sangat menikmati permainannya.

Selain asyik bermain, si anak juga sering memerhatikan seorang paman tua yang hampir setiap hari datang ke sungai untuk memancing. Setiap kali bermain di sungai, setiap kali pula ia selalu melihat sang paman asyik mengulurkan pancingnya. Kadang, tangkapannya hanya sedikit. Tetapi, tidak jarang juga ikan yang didapat banyak jumlahnya.

Suatu sore, saat sang paman bersiap-siap hendak pulang dengan ikan hasil tangkapan yang hampir memenuhi keranjangnya, si anak mencoba mendekat. Ia menyapa sang paman sambil tersenyum senang. Melihat si anak mendekatinya, sang paman menyapa duluan. "Hai Nak, kamu mau ikan? Pilih saja sesukamu dan ambillah beberapa ekor. Bawa pulang dan minta ibumu untuk memasaknya sebagai lauk makan malam nanti," kata si paman ramah.

"Tidak, terima kasih Paman," jawab si anak.

"Lo, paman perhatikan, kamu hampir setiap hari bermain di sini sambil melihat paman memancing. Sekarang ada ikan yang paman tawarkan kepadamu, kenapa engkau tolak?"

"Saya senang memerhatikan Paman memancing, karena saya ingin bisa memancing seperti Paman. Apakah Paman mau mengajari saya bagaimana caranya memancing?" tanya si anak penuh harap.

"Wah wah wah. Ternyata kamu anak yang pintar. Dengan belajar memancing engkau bisa mendapatkan ikan sebanyak yang kamu mau di sungai ini. Baiklah. Karena kamu tidak mau ikannya, paman beri kamu alat pancing ini. Besok kita mulai pelajaran memancingnya, ya?"

Keesokan harinya, si bocah dengan bersemangat kembali ke tepi sungai untuk belajar memancing bersama sang paman. Mereka memasang umpan, melempar tali kail ke sungai, menunggu dengan sabar, dan hup... kail pun tenggelam ke sungai dengan umpan yang menarik ikan-ikan untuk memakannya. Sesaat, umpan terlihat bergoyang-goyang didekati kerumunan ikan. Saat itulah, ketika ada ikan yang memakan umpan, sang paman dan anak tadi segera bergegas menarik tongkat kail dengan ikan hasil tangkapan berada diujungnya.

Begitu seterusnya. Setiap kali berhasil menarik ikan, mereka kemudian melemparkan kembali kail yang telah diberi umpan. Memasangnya kembali, melemparkan ke sungai, menunggu dimakan ikan, melepaskan mata kail dari mulut ikan, hingga sore hari tiba.

Ketika menjelang pulang, si anak yang menikmati hari memancingnya bersama sang paman bertanya, "Paman, belajar memancing ikan hanya begini saja atau masih ada jurus yang lain?"

Mendengar pertanyaan tersebut, sang paman tersenyum bijak. "Benar anakku, kegiatan memancing ya hanya begini saja. Yang perlu kamu latih adalah kesabaran dan ketekunan menjalaninya. Kemudian fokus pada tujuan dan konsentrasilah pada apa yang sedang kamu kerjakan. Belajar memancing sama dengan belajar di kehidupan ini, setiap hari mengulang hal yang sama. Tetapi tentunya yang diulang harus hal-hal yang baik. Sabar, tekun, fokus pada tujuan dan konsentrasi pada apa yang sedang kamu kerjakan, maka apa yang menjadi tujuanmu bisa tercapai."

Cara Mengalahkan Dorongan nafsu dan Dosa


Manusia baru dapat terhindar dari penyakit dosa dan kejahatan-kejahatan tatkala ia meyakini bahwa dosa dan kejahatan itu lebih berbahaya dan lebih memudhoratkan dari seorang pencuri, ular atau binatang buas lainnya dsb. Dan tatkala keperkasaan, keagungan serta wibawa Allah setiap saat menjadi pertimbangannya.

Dalam keseharian kita, terlihat nyata bahwa manusia dapat meninggalkan keinginan, kemauan, dan kehendak-kehendak hatinya. Misalnya seorang yang sakit diabetes, dokter benar-benar melarangnya dari memakan makanan yang manis. Maka orang itu, demi nyawanya, menyentuh makanan-makanan manis pun dia tidak mau. Jadi demikian pula halnya keinginan rohani dan dorongan nafsu. Jika keagungan dan keperkasaan Allah ta'ala telah tertanam di dalam kalbunya dengan benar, maka sikap tidak mentaati Allah akan dia rasakan lebih buruk dari memakan api dan lebih buruk dari maut.

Sekian banyak manusia mengetahui kekuasaan dan wibawa Allah ta'ala, dan sekian banyak dia meyakini bahwa mengingkari-Nya merupakan suatu hukuman yang berat, maka sebanyak itu pulalah akan menjauhi dosa, kemungkaran dan menjauhi sikap melawan hukum. Lihat sebagian orang mengalami "kematian" sebelum maut datang. Apa yang dialami oleh para akhyaar, abdaal, dan quthub, apa yang terdapat pada diri mereka? Jawabannya adalah keyakinan itu tadi. Pengetahuan yang penuh yakin serta qath'i, secara pasti dan secara fitra memaksa seseorang untuk suatu hal tertentu. Persangkaan mengenai Allah ta'ala tidaklah dapat mencukupi. Keraguan tidak tidak dapt memberi manfaat. Pengaruh telah ditanamkan hanya di dalam keyakinan. Pengetahuan yang penuh keyakinan mengenai sifat-sifat Allah ta'ala, justru lebih banyak memberikan pengaruh dibandingkan pengaruh yang ditimbulkan oleh halilintar yang sangat menakutkan. Akibat pengaruh itulah orang-orang menundukkan kepala dan membungkuk.

Jadi seberapa banyak keyakinan yang dimiliki seseorang, sebanyak itu pulalah dia akan menghindari dosa.

Shalat itu wajib!


Apa sebenarnya makna dari shalat lima waktu? Shalat lima waktu sebenarnya merupakan gambaran dari berbagai kondisi kita yang berbeda-beda sepanjang hari. Kita melewati lima tahapan kondisi pada saat sedang mengalami musibah dan fitrat alamiah kita menuntut bahwa kita harus melewatinya. Pertama, adalah ketika kita mendapat gambaran bahwa kita akan menghadapi musibah. Sebagai contoh, bayangkan ada surat panggilan bagi kita untuk menghadap ke suatu pengadilan. Kondisi pertama ini akan langsung meruyak rasa ketenangan dan keteduhan kita. Kondisi seperti menerima surat panggilan pengadilan ini mirip dengan saat ketika matahari mulai menggelincir. Sejalan dengan kondisi keruhanian tersebut ditetapkanlah shalat Dhuhur yaitu ketika matahari mulai menggelincir.

Kita mengalami kondisi kedua ketika kita sepertinya mendekat kepada tempat musibah terjadi. Sebagai contoh, setelah ditahan berdasar surat panggilan, tiba waktunya kita diajukan ke hadapan hakim. Pada saat demikian kita merasakan kegalauan perasaan dan beranggapan bahwa semua rasa keamanan telah meninggalkan diri kita. Kondisi seperti itu mirip dengan keadaan ketika sinar matahari mulai suram dan manusia bisa melihat matahari secara langsung serta menyadari bahwa sebentar lagi matahari itu akan terbenam. Sejalan dengan kondisi keruhanian seperti itu maka ditetapkanlah shalat Ashar.

Kondisi ketiga adalah keadaan ketika kita merasa kehilangan segala harapan memperoleh keselamatan dari musibah. Sebagai contoh, setelah mencatat bukti-bukti tuntutan yang akan membawa kehancuran diri kita, kita didakwa dengan bentuk pelanggaran dimana telah disiapkan surat dakwaan. Pada saat demikian, kita merasa sepertinya kehilangan semua indera dan mulai berfikir menganggap diri sebagai narapidana. Kondisi seperti itu mirip dengan saat ketika matahari terbenam dan harapan melihat terang hari sudah pupus karenanya. Diperintahkanlah shalat Maghrib yang sejalan dengan kondisi keruhanian demikian.

Kondisi keempat adalah ketika kita ditimpa musibah secara langsung dimana kegelapannya yang kelam telah menyelimuti diri kita. Sebagai contoh, setelah pembacaan bukti-bukti maka kita sepertinya lalu divonis dan diserahkan untuk dipenjarakan. Kondisi seperti itu mirip dengan keadaan malam ketika semuanya diselimuti kegelapan yang kelam. Untuk kondisi keruhanian seperti itu ditetapkanlah shalat Isya.

Setelah menghabiskan satu kurun waktu dalam kegelapan dan penderitaan, datanglah rahmat Ilahi yang meluap mengemuka dan menyelamatkan kita dari kegelapan dengan datangnya fajar yang menggantikan kegelapan malam dimana sinar pagi mulai muncul. Shalat Subuh ditetapkan untuk kondisi keruhanian seperti itu.

Berdasarkan kelima kondisi yang berubah terus tersebut maka Allah s.w.t. telah mengatur shalat lima waktu bagi kita. Dengan demikian kita bisa memahami bahwa shalat tersebut diatur waktunya bagi kemaslahatan kalbu kita sendiri. Bila kita menginginkan keselamatan dari segala musibah, janganlah kita sampai mengabaikan shalat lima waktu karena semua itu merupakan refleksi dari kondisi internal dan keruhanian kita. Shalat merupakan obat penawar bagi segala musibah yang mungkin mengancam. Kita tidak pernah mengetahui keadaan bagaimana yang dibawa oleh hari berikutnya. Karena itu sebelum awal hari, mohonlah kepada Tuhan kita yang Maha Abadi agar hari tersebut menjadi sumber kemaslahatan dan keberkatan bagi kita.

My family