wolcome

thame

Bosen Sama Backgroundnya?
Ganti Aja!

Minggu, 06 November 2011

Inspirasi Sukses Teh Botol Sosro

Usaha ini bermula pada 1940. Saat itu,  Sosrodjojo, ayah Soetjipto, memulai usahanya di sebuah kota kecil di Jawa Tengah, Slawi. Pada saat memulai bisnisnya, produk yang dijual adalah teh kering dengan merek Teh Cap Botol. Pemasarannya masih terbatas, hanya seputar Jawa Tengah saja.  Sosrodjojo mulai memperluas bisnisnya. Pada 1953, dia berani merambah ke Jakarta. Saat itu, di Jawa Tengah, Teh Cap Botol sudah sangat terkenal.

Sosrodjojo menggunakan strategi 'Cicip Rasa'. Dia membagikan contoh produk di ibukota. Dia datang ke pasar-pasar untuk memperkenalkan Teh Cap Botol dengan cara memasak dan menyeduh langsung di tempat. Setelah seduhan tersebut siap, teh dibagikan kepada orang-orang yang ada di pasar.

Namun, cara ini kurang berhasil karena teh yang telah diseduh terlalu panas dan proses penyajiannya terlalu lama, sehingga pengunjung di pasar yang ingin mencicipinya tidak sabar menunggu.

Sosrodjojo pun memutar otak. Ia tidak lagi menyeduh teh langsung di pasar. Tetapi teh dimasukkan dalam panci-panci besar yang selanjutnya dibawa ke pasar dengan menggunakan mobil bak terbuka. Lagi-lagi cara ini kurang berhasil karena teh yang dibawa, sebagian besar tumpah dalam perjalanan.

Akhirnya muncul ide untuk membawa teh yang telah diseduh itu dikemas ke dalam botol yang sudah dibersihkan. Ternyata cara ini cukup menarik minat pengunjung, karena selain praktis juga bisa langsung dikonsumsi tanpa perlu menunggu tehnya dimasak.

Pada 1969 muncul gagasan teh siap minum dalam kemasan botol. Pada 1970, teh dalam kemasan botol diproduksi masal. Setelah usaha ini pesat, pada 1974 keluarga Sosro mendirikan PT Sinar Sosro yang mengelola pabrik teh siap minum dalam kemasan botol pertama di Indonesia. Bahkan, Sosro mengklaim, teh kemasan botol merupakan yang pertama di dunia.

Model botol untuk kemasan Teh Botol Sosro mengalami tiga kali perubahan, masing-masing pada 1970, pada 1972, dan terakhir pada 1974. Desain terkhir hingga kini masih dipertahankan.

***

Kini, sejak awal 1990, bisnis ini mulai dikelola oleh Generasi Ketiganya, cucu Sosrodjojo. Inovasi pun terus dilakukan. Mereka tak hanya memasarkan Teh Botol saja. Mereka merambah dengan dengan teh aneka rasa, air minum dalam kemasan, hinga jus dalam kemasan.
Semua usahanya dikelola melalui dua perusahaan.  PT Sinar Sosro, perusahan yang memproduksi Teh Siap Minum Dalam Kemasan. Produk-produknya adalah Tehbotol Sosro, Fruit Tea Sosro, Joy Tea Green Sosro, TEBS, Happy Jus, dan Air Minum Prim-A. Serta PT Gunung Slamat, perusahaan yang memproduksi Teh Kering Siap Saji. Produk-produknya adalah Teh celup Sosro, Teh Cap Botol, Teh Poci, Teh Terompet, Teh Sadel, Teh Sepatu, dan Teh Berko.

Kolonel Sander Si Founder KFC

Ketika kita membicarakan ayam goreng maka terlintas dalam benak kita KFC. Tak dapat dipungkiri bahwa KFC memang salah satu restoran ayam goreng terkenal di belahan dunia ini. Inilah kisah kegigihan Kolonel Sanders, pendiri  waralaba ayam goreng terkenal KFC. Dia memulainya di usia 66 tahun. Pensiunan angkatan darat Amerika ini tidak memiliki uang sepeser pun kecuali dari tunjangan hari tuanya, yang semakin menipis. Namun dia memiliki keahlian dalam memasak dan menawarkan resep masakannya ke lebih dari 1.000 restoran di negaranya. Kolonel Harland Sanders adalah pelopor Kentucky Fried Chicken atau KFC yang telah tumbuh menjadi salah satu yang terbesar dalam industri waralaba  makanan siap saji di dunia. Sosok Kolonel Sanders, bahkan kini menjadi simbol dari semangat kewirausahaan. Dia lahir pada 9 September 1890di Henryville,Indiana, namun baru mulai aktif dalam mewaralabakan bisnis ayamnya di usia 65 tahun. Di usia 6 tahun, ayahnya meninggal dan Ibunya sudah tidak mampu bekerja lagi sehingga Harland muda harus menjaga adik laki-lakinya yang baru berumur 3 tahun. Dengan kondisi ini ia harus memasak untuk keluarganya. Di masa ini dia sudah mulai menunjukkan kebolehannya.
Pada umur 7 tahun ia sudah pandai memasak di beberapa tempat memasak. Pada usia 10 tahun ia mendapatkan pekerjaan pertamanya didekat pertanian dengan gaji 2 dolar sebulan. Ketika berumur 12 tahun ibunya kembali menikah, sehingga ia meninggalkan rumah tempat tinggalnya untuk mendapatkan pekerjaan di pertanian di daerahGreenwood,Indiana. Selepas itu, ia berganti-ganti pekerjaan selama beberapa tahun.

Intisari Sebuah Semangat

"Mereka akan bersumpah kepadamu dengan nama Allah, ketika kamu kembali kepada mereka, agar kamu berpaling dari mereka. Maka berpalinglah dari mereka; karena sesungguhnya jiwa mereka itu kotor dan tempat mereka adalah neraka Jahanam, sebagai balasan atas apa yang telah mereka kerjakan" (At - Taubah : 95)

Jika cinta dan kemunafikan telah berdiri dalam tempat yang sama, maka garis tipis antara nurani dan syahwat memang akan sulit untuk terlihat berbeda. Inilah kisah gemuruh pembantaian, penindasan dan otoritas dari orang - orang yang tidak pernah mengerti objektifitas dari "untukmu agamamu dan untukku agamaku"(Qs 109) lalu coba berkelit dari realitas yang sudah jelas di tulis bahwa Tidak ada paksaan dalam mengikuti agama Islam (Qs2:256).
Tapi sejak Yahudi lebih memilih untuk lebih percaya kepada sapi emas daripada mematuhi anjuran sang kekasih Allah Nabi Musa As. Maka sejak itu pula mahkota sejarah mempunyai definisi baru yang isinya berakhir dalam ketukan palu dan kesepakatan di rumah-rumah para pakar retorika `kebebasan, persamaan dan persaudaraan yang tak pernah mampu belajar dari busuknya sejarah yang selalu di tulis berdasarkan egosentris paling menjijikan dari para gentiles.

Ceritakanlah tentang jeritan tangis dan rasa kehilangan, kehampaan dan ketakutan dari teror - teror para ksatria hak asasi dan demokrasi, yang menghujani bumi dan tanah leluhur dari para generasi Syahadatain. Cerita yang tidak ada habisnya dari Ketapel-ketapel Baitul Maqdis, Iraq, Afghanistan, Khasmir, Chechnya hingga yang paling up date yaitu api sejarah di Beirut Libanon, Patani Thailand hingga pelarangan jilbab di Perancis. Gambaran nyata bahwa  dunia sedang kembali kepada budaya bar-bar yang memicu ulang energi sodom dan gomora dalam duet baru antara Abu Jahal dan Gengis Khan.

Dan memang benar jika Allah SWT menghendaki, niscaya seluruh batang hidung alam semesta ini akan dijadikannya dalam satu warna. Tetapi Allah memang hendak menguji kita (Qs 5:48). Untuk belajar bahwa menjadi Islam adalah sebuah sumpah yang setelah itu kamu akan diuji (Qs 29:2). Karena kita memang tidak sedang dididik untuk menjadi penonton, tapi kita juga dididik untuk mengambil bagian dalam pertempuran sepanjang masa ini bahwasanya orang - orang yahudi dan nasrani tidak akan rela kepada Islam hingga Islam mengikuti ajaran mereka (Qs 2 : 120). Begitulah misi semesta ini telah mengajarkan kita pada sebuah panggilan yang akan mengingatkan kita pada perbedaan yang takkan pernah bersatu tentang definisi haq dan bathil, karena boleh jadi kamu tidak menyenangi sesuatu, padahal itu baik bagi kamu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu padahal itu
tidak baik bagimu. Allah Mengetahui sedang kamu tidak mengetahui (Qs2:216).

Disinilah semangatnya bertarung antara kepentingan jiwa dan nurani yang kafir melawan nurani yang memahami hakekat dari misi rahmatan lil `alamin ini, Semangat Abu Jahal melawan semangat Rasulullah SAW, Semangat paganisme melawan Kalimat Tauhid. Semua sudah di takdirkan, tongkat estafet dakwah itu sudah diturunkan. Dan ketika misi 23 tahun itu sudah selesai dan lelaki yang menjadi bagian mutlak dari kesempurnaan semangat tauhid itu harus kembali ke Penciptanya dan menitipkan cerita baru bagi sejarah emas ini, tentang kisah para penerus di masa yang akan datang, tentang kelanjutan misi robbani ini hingga ke penghujung zaman.

Tapi Iblis memang tidak pernah senang kepada Syariat Allah SWT, ia selalu ada bersama kita dari depan belakang, hingga kanan dan kiri (Qs7:17). Meracuni semua aspek dalam kehidupan kita Bisikannya akan terus menghampiri dan memprovokasi langkah, pemikiran, tingkah laku kita agar selalu mendustai nikmat Allah SWT (QS 55) hingga menghancurkan peradaban kita dan mengingkari sumpah yang di hari kiamat membuat kita menjadi bagian dari para penghianat yang berkata sesungguhnya pada saat itu kami lalai (Qs7:172) pada kebenaran Islam ini dan selalu mendengarkannya sambil bermain - main (Qs21:2). Keterlambatan penyesalan yang membuat semua manusia terkutuk itu menyesal dan berharap hidup kembali ke dunia menjadi orang muslim
(Qs 15:2)

maka semangat - semangat kita memang seharusnya diimunisasi ulang bersama identitas Syahadatnya. Agar ia tidak salah untuk digunakan. Agar poros pergerakan berbaris rapih seperti bangunan yang kokoh (Qs61:4). Karena Syahadat adalah cermin dasar energi, kepribadian dan gairah hidup keislaman yang tidak bisa di jelaskan dengan keterbatasan manusia. Supremasi yang mampu mencangkok ulang peradaban Anshor, Muhajirin dan Kabilah - kabilah Arab untuk mengerti bawah fanatisme suku, ras dan golongan hanya akan membawa umat manusia kepada kemudharatan panjang dan semua itu hanya bisa disatukan dalam ruh keimanan, lalu selanjutnya keimanan itu akan menghidupkan semangat peradaban baru. Dalam satu payung yang mengikat semua dalam aturan yang sudah di gariskan bahwa Tidak ada tuhan selain Allah SWT dan Nabi Muhammad SAW adalah utusan Allah SWT.

Dan Syahadatain memang telah membuktikan sejarahnya, Arab yang tidak pernah dianggap istimewa dalam peta sejarah dunia kini telah berubah menjadi cahaya baru yang sejukkan semesta dengan intisari peradaban yang haluan mata airnya dibangun dari pondasi kalimat Tauhid yang agung, dan teknis pelaksanaannya dibentuk oleh proses bersama sang suri teladan Rasulullah SAW. disusun bersama strategi yang mengukir sejarah dalam sebuah semangat yang penuh hentakan yakin untuk berkata "wahai pamanku, demi Allah, andaikan mereka meletakkan matahari di tangan kananku dan bulan di tangan kiriku, agar aku meninggalkan agama ini, hingga Allah memenangkannya atau aku ikut binasa karenanya, maka aku tidak akan meninggalkan agama ini". keteguhan Rasullullah SAW yang kini lebih banyak terlupakan itu seharusnya mampu mengajarkan kita pada lapisan sejarah tentang ember bocor dari semua syair kebajikan Abu Thalib yang begitu setia menemani dan melindungi Rasulullah SAW inipun gagal untuk menyelesaikan misteri seleksi alam itu, hanya karena semangat kebaikan beliau tidak terimunisasi dengan baik bersama hakekat syahadatain yang sesungguhnya.

Mari selamilah misteri semangat ini, pertarungan batin di ruang hati mereka yang terlanjur terjebak dan tidak mampu keluar seleksi panjang kehidupan dari sesuatu yang sering di anggap proses pembelajaran, yang disisi lain justru lebih banyak terlihat mencampuradukan antara hak dan batil. Salimul Aqidah yang kini telah tercemari oleh orientasi ghanimah dan thagut - thagut berlabel "kita jugakan harus menghargai latar belakang seseorang'. Ketakutan atas setiap friksi dan konfrontasi yang kini sudah tidak mampu melihat hakekat objektifitas yang sebenarnya.

Atau mungkin memang iblis di zaman ini telah ada dalam berbagai macam bentuk, bahkan merekapun bersyahadat diatas lidah dan bibir mereka, dan jika mereka bertemu dengan orang yang benar - benar beriman dan memperjuangkan syariat Allah SWT mereka akan berkata "kami telah beriman", tetapi apabila mereka kembali kepada para setan - setan (pemimpin - pemimpin) mereka, mereka berkata "sesungguhnya kami bersama kamu (setan), kami hanya berolok - olok" (Qs 2 :14). Biarkanlah filterisasi alam akan meyeleksi semuanya. hingga kita dapat melihat pesan dari syair Hudaibiyah dalam sebuah panggilan Baiat Ridhwah ketika Jadd bin Qais menjadi
penerus Abdullah Bin Ubay yang selanjutnya. Kepengecutan yang menemami kemunafikan lalu melahirkan ekstremis - ekstremis baru, yang lebih ekstrem dari para pengecut propaganda yang mengkawinkan kebebasan dan hak asasi pada kacamata humanisme ala Robin Hood, yang melawan kedzaliman dengan strategi dari api lilin - lilin yang tidak mengerti janji tentang keabadian cahaya terang yang sebenarnya.

Hingga persis ketika Perjalanan Risalah ini sampai ketitik akhir kesempurnaannya dan Umar Bin Khatab ra berkata "Sesungguhnya setelah kesempurnaan itu hanya ada kekurangan". Ungkapan tulus yang keluar setelah beliau mendengarkan wahyu Allah SWT yang terakhir dari mulut Rasulullah SAW "Pada hari ini telah Kusempurnakan bagi kalian agama kalian dan telah Kucukupkan kepada kalian nikmat-Ku dan telah Kuridhai Islam itu jadi agama kalian" (Qs 5:3). Begitulah semangat dan Syahadatain seharusnya bisa menjadi anugerah keseimbangan, yang porsi naturalisasinya hanya bisa kau petakan dengan iman dan keikhlasan nurani. Dan orisinalitasnya hanya bisa kita mulai dengan ruang - ruang yang penuh dengan marifatulloh lalu hidup pada nilai - nilai Marifatul sang rasul yang sempurna dan disempurnakan itu. Dan jika semua itu terlihat sekurang ramalan Umar Ra, mungkin itu semua karena memang kita sendiri telah lalai akan Syahadat kita. Karena bisa jadi kita memiliki syahadatnya tapi kita tidak mampu membangun semangat untuk menghidupinya atau kita memang memiliki semangatnya tapi kita terlalu `pintar' untuk merenungi harta karun terdahsyat dari nilai jual tiada taranya dari sebuah semangat hidup yang dimulai dengan Syahadatain.

"Umat ini tidak bisa di kalahkan oleh umat manapun, ia hanya bisa dikalahkan oleh dirinya sendiri"(As Syahid Sheikh Abdullah Azzam Dari Buku Bergabung Bersama Kafilah)

Konsumerisme Idul Adha



Hari ini hampir semua ceramah usai sholat ied bicara tentang keteguhan Nabi Ibrahim As dan ketulusan nabi Ismail As. Yup Idul Adha memang satu moment yang utama bagi kita umat Islam. Bahkan begitu utamanya sampai - sampai umat Nasrani yang suka ikut ikutan memberikan ucapan selamat Idul Fitri atau Selamat Lebaran atau selamat menjalankan ibadah puasa ramadhan, pada saat  Idul Adha tidak mau mengucapkan Selamat Idul Adha, pada saya sangat senang kalau ada umat nasrani mengucapkan selamat Idul Adha, karena itu berarti mereka mengakui bahwa Alkitab itu salah, karena didalam alkitab itu yang minta disembelih adalah Nabi Ishak, sedangkan dalam Al Qur'an adalah Nabi Ismail As..
Benerkan Pluralisme itu pembodohan! karena yang namanya penyatuan agama itu sarat kepentingan pemurtadan. Harapan kaum nasrani agar umat islam mau ikutan kasih ucapan Natal ke mereka saat natalan tiba jelas sebuah penerapan budaya berlabel pluralisme paling picik dinegara ini. Kalau memang pluralisme..ayolah gereja gereja ikut mengucapakan "Selamat Idul Adha kepada Umat Islam, Selamat Meneladani Nabi Ibrahim As dan Nabi Ismail As"....keren tuh kalau terpampang di gereja hehehe...
Idul Adha juga punya arti penting bagi saya, karena di malam Idul Adha-lah saya melaksanakan syahadat saya, dan esoknya saya langsung melakukan sholat ied di Masjid Baiturrahim Villa Taman Kartini, tidak terasa 10 tahun sudah saya menjalani perjalan sbagai seorang muslim dengan beragam dinamikanya.
Maaf...sekali lagi maaf, saya tidak bisa bikin kata kata bagus untuk kirimkan kalian SMS pengucapan selamat idul adha, soalnya saya seharian ini sudah cukup aneh dengan beberapa tradisi diperumahan disekitar saya. Salah kaprah tradisi,...semoga ditempat lain tidak terjadi.
Mulai daging kambing hingga sapi di perumahan sekitar saya ini, ternyata usai disembelih malah dibagikan ke warga perumahan yang nota bene setiap hari mampu beli daging. Bahkan anehnya lagi daging yang mahal dibagikan ke perumahan, sedangkan daging yang murah untuk kaum dhuafa. Hadooow...Padahal kaum dhuafa itu sudah antri dari pagi sampai maghrib untuk dapat daging qurban. Padahal niat qurban adalah untuk dhuafa yang makan daging satu tahun sekali lebih diprioritaskan, bukan untuk orang yang mampu beli daging setiap hari...
ya...selamat idul adha semuanya, semoga kita tidak menjadi kapitalis tanpa sadar dalam meneladani semangat Nabi Ibrahim As dan Nabi Ismail As...

Batman Dan Mbah Gendeng


“Huh, siyal, masa’ bocor lagi sih”, ujar Batman gemas sambil menendang pintu BatMobile-nya perlahan. Meskipun kesal, ia masih cukup sadar untuk tidak melampiaskannya kepada kendaraan tercintanya, yang cicilannya belum lunas itu. Dengan susah payah, ia mendorong mobilnya ke pinggir, ke sebuah tambal ban yang kebetulan berada tidak jauh dari situ.
Mbah Gendeng – Nambal Ban Sejak 1911
Begitu tulisan yang tertera di atas “bengkel” kecil yang didirikan seadanya di bawah sebuah pohon beringin besar.
“Bannya bocor ya, nak?”, tanya seorang kakek tua yang tiba-tiba muncul dari balik pohon.
“Iya, mbah”, jawab Batman lesu, “sudah kedua kalinya nih. Padahal baru sekitar 5km lalu bocor dan ditambal.”
“Hmmm…”, mbah Gendeng mengangguk-anggukan kepalanya dan mulai mempersiapkan peralatannya. Bak air sabun untuk memeriksa bagian ban yang bocor, dongkrak, pompa angin, dan sebagainya. “Silahkan duduk dulu aja di kursi kayu itu, nak. Biar mbah kerjakan dulu bannya.”

45 menit berlalu, Batman mulai gak sabar. Maklum, ia lagi semangat-semangatnya untuk bangkit kembali dari keterpurukannya dan ingin segera sampai ke WTC untuk membuka gerai HP. Ditambah lagi, seekor kura-kura berseragam “Bukan Express” yang tadi disalipnya kini sudah berjalan melewati tempat ia duduk. “Masa’ Batman kalah cepet ama kura-kura”, pikir Batman dalam hati. Penasaran, ia mendekati Mbah Gendeng dan mengintip kerjanya.
“Pantesan aja lama!”, sergah Batman kasar. “Lha wong kerjanya lambat banget gini! Apa gak bisa lebih cepet lagi, mbah?!”
Mbah Gendeng meletakkan ban dalam BatMobile yang sedang ia pegang dan menoleh ke arah Batman. Tatapannya yang tajam membuat Batman secara tidak sadar mundur selangkah ke belakang. Tanpa disangka, dengan tidak kalah kerasnya, Mbah Gendeng balik bertanya, “Memangnya kamu pikir pekerjaan ini tidak penting sehingga harus dikerjakan dengan terburu-buru?”
“Memang begitu, kan? Cuman nambal ban ini, apa pentingnya? Jauh lebih penting pekerjaanku yang ke sana kemari buat nyelamatin dunia dari orang jahat! Mbah tahu kan kalo aku ini Batman?!”
“Iye, terus so what gitu loh, mau situ Superman kek, Batman kek, Barack Obama kek, SBY kek, tetep aja, jangan pernah ngeremehin pekerjaan saya!”
Batman sudah akan membuka mulutnya lagi untuk menjawab, namun kakek tua itu tidak mau kalah cepat dan melanjutkan kata-katanya.
“Dengarkan baik-baik, anak muda. Coba pikir. Seandainya tadi kamu dalam perjalanan untuk menyelamatkan ribuan orang dan banmu bocor, apa bukan berarti yang saya kerjakan ini tidak sama pentingnya dengan pekerjaanmu? Dengan memperbaiki ban bocormu dengan baik dan teliti, secara tidak langsung saya suda membantu kamu menyelamatkan mereka — ribuan orang itu.”
“Tidak usah muluk-muluk. Setiap ban bocor yang saya perbaiki pasti berhasil membawa pengemudinya tiba dengan selamat sampai di rumah. Coba bayangkan apabila saya melakukannya dengan asal-asalan. Bisa terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, bukan?”
“Lihat ban dalammu ini”, Mbah Gendeng menyodorkan dua buah ban dalam BatMobile yang sedang ia kerjakan. “Perhatikan ini, bekas tambalan yang dilakukan oleh penambal ban sebelumnya. Kasar dan kurang kuat rekatannya. Itu sebabnya tadi ban mobilmu bocor lagi. Masih untung tidak terjadi apa-apa. Dan ini, yang ada di kanan, adalah hasil tambalan ban yang aku lakukan. Bandingkan!”
Batman tercenung. Ia memperhatikan ban dalam pada bagian yang ditunjukkan oleh Mbah Gendeng dan ternyata memang benar, pekerjaannya kurang baik. Bahkan jauh dibandingkan hasil pekerjaan Mbah Gendeng. Padahal tadi ia cukup senang dan memberi tips lebih kepada penambal ban sebelumnya karena kerjanya hanya butuh waktu 5 menit saja.
Dengan menunduk, Batman mohon maaf kepada Mbah Gendeng dan beringsut kembali ke kursi kayu untuk menunggu. Di satu sisi, ia malu terhadap apa yang telah ia lakukan, namun di sisi lain, ia gembira karena mendapat pelajaran baru tentang hidup dan juga tentang bisnis.
“Aku pasti tidak akan kalah oleh Peter Parker”, ujar Batman dalam hati sembari tersenyum.

My family