wolcome

thame

Bosen Sama Backgroundnya?
Ganti Aja!

Minggu, 06 November 2011

Konsumerisme Idul Adha



Hari ini hampir semua ceramah usai sholat ied bicara tentang keteguhan Nabi Ibrahim As dan ketulusan nabi Ismail As. Yup Idul Adha memang satu moment yang utama bagi kita umat Islam. Bahkan begitu utamanya sampai - sampai umat Nasrani yang suka ikut ikutan memberikan ucapan selamat Idul Fitri atau Selamat Lebaran atau selamat menjalankan ibadah puasa ramadhan, pada saat  Idul Adha tidak mau mengucapkan Selamat Idul Adha, pada saya sangat senang kalau ada umat nasrani mengucapkan selamat Idul Adha, karena itu berarti mereka mengakui bahwa Alkitab itu salah, karena didalam alkitab itu yang minta disembelih adalah Nabi Ishak, sedangkan dalam Al Qur'an adalah Nabi Ismail As..
Benerkan Pluralisme itu pembodohan! karena yang namanya penyatuan agama itu sarat kepentingan pemurtadan. Harapan kaum nasrani agar umat islam mau ikutan kasih ucapan Natal ke mereka saat natalan tiba jelas sebuah penerapan budaya berlabel pluralisme paling picik dinegara ini. Kalau memang pluralisme..ayolah gereja gereja ikut mengucapakan "Selamat Idul Adha kepada Umat Islam, Selamat Meneladani Nabi Ibrahim As dan Nabi Ismail As"....keren tuh kalau terpampang di gereja hehehe...
Idul Adha juga punya arti penting bagi saya, karena di malam Idul Adha-lah saya melaksanakan syahadat saya, dan esoknya saya langsung melakukan sholat ied di Masjid Baiturrahim Villa Taman Kartini, tidak terasa 10 tahun sudah saya menjalani perjalan sbagai seorang muslim dengan beragam dinamikanya.
Maaf...sekali lagi maaf, saya tidak bisa bikin kata kata bagus untuk kirimkan kalian SMS pengucapan selamat idul adha, soalnya saya seharian ini sudah cukup aneh dengan beberapa tradisi diperumahan disekitar saya. Salah kaprah tradisi,...semoga ditempat lain tidak terjadi.
Mulai daging kambing hingga sapi di perumahan sekitar saya ini, ternyata usai disembelih malah dibagikan ke warga perumahan yang nota bene setiap hari mampu beli daging. Bahkan anehnya lagi daging yang mahal dibagikan ke perumahan, sedangkan daging yang murah untuk kaum dhuafa. Hadooow...Padahal kaum dhuafa itu sudah antri dari pagi sampai maghrib untuk dapat daging qurban. Padahal niat qurban adalah untuk dhuafa yang makan daging satu tahun sekali lebih diprioritaskan, bukan untuk orang yang mampu beli daging setiap hari...
ya...selamat idul adha semuanya, semoga kita tidak menjadi kapitalis tanpa sadar dalam meneladani semangat Nabi Ibrahim As dan Nabi Ismail As...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

My family