Hari ini hampir semua ceramah usai
sholat ied bicara tentang keteguhan Nabi Ibrahim As dan ketulusan nabi Ismail
As. Yup Idul Adha memang satu moment yang utama bagi kita umat Islam. Bahkan
begitu utamanya sampai - sampai umat Nasrani yang suka ikut ikutan memberikan
ucapan selamat Idul Fitri atau Selamat Lebaran atau selamat menjalankan ibadah
puasa ramadhan, pada saat Idul Adha tidak mau mengucapkan Selamat Idul
Adha, pada saya sangat senang kalau ada umat nasrani mengucapkan selamat Idul
Adha, karena itu berarti mereka mengakui bahwa Alkitab itu salah, karena
didalam alkitab itu yang minta disembelih adalah Nabi Ishak, sedangkan dalam Al
Qur'an adalah Nabi Ismail As..
Benerkan Pluralisme itu pembodohan!
karena yang namanya penyatuan agama itu sarat kepentingan pemurtadan. Harapan
kaum nasrani agar umat islam mau ikutan kasih ucapan Natal ke mereka saat
natalan tiba jelas sebuah penerapan budaya berlabel pluralisme paling picik
dinegara ini. Kalau memang pluralisme..ayolah gereja gereja ikut mengucapakan
"Selamat Idul Adha kepada Umat Islam, Selamat Meneladani Nabi Ibrahim As
dan Nabi Ismail As"....keren tuh kalau terpampang di gereja hehehe...
Idul Adha juga punya arti penting
bagi saya, karena di malam Idul Adha-lah saya melaksanakan syahadat saya, dan
esoknya saya langsung melakukan sholat ied di Masjid Baiturrahim Villa Taman
Kartini, tidak terasa 10 tahun sudah saya menjalani perjalan sbagai seorang
muslim dengan beragam dinamikanya.
Maaf...sekali lagi maaf, saya tidak
bisa bikin kata kata bagus untuk kirimkan kalian SMS pengucapan selamat idul
adha, soalnya saya seharian ini sudah cukup aneh dengan beberapa tradisi
diperumahan disekitar saya. Salah kaprah tradisi,...semoga ditempat lain tidak
terjadi.
Mulai daging kambing hingga sapi di
perumahan sekitar saya ini, ternyata usai disembelih malah dibagikan ke warga
perumahan yang nota bene setiap hari mampu beli daging. Bahkan anehnya lagi
daging yang mahal dibagikan ke perumahan, sedangkan daging yang murah untuk
kaum dhuafa. Hadooow...Padahal kaum dhuafa itu sudah antri dari pagi sampai
maghrib untuk dapat daging qurban. Padahal niat qurban adalah untuk dhuafa yang
makan daging satu tahun sekali lebih diprioritaskan, bukan untuk orang yang
mampu beli daging setiap hari...
ya...selamat idul adha semuanya,
semoga kita tidak menjadi kapitalis tanpa sadar dalam meneladani semangat Nabi
Ibrahim As dan Nabi Ismail As...





Tidak ada komentar:
Posting Komentar