wolcome

thame

Bosen Sama Backgroundnya?
Ganti Aja!

Minggu, 29 Agustus 2010

*Teman mu cermin peribadimu*



Manusia mempunyai kecenderungan untuk berbuat jahat dan baik. Kecenderungan ini sering dididorong keinginan masing-masing peribadi, juga timbul karena pengaruh orang lain. Misalnya pengaruh orang tua, guru dan teman dekat. Ketiganya dapat mempengaruhi tingkah laku dan kebiasaan seseorang. Orang tua, guru, teman selalu mengajarkan kebiasaaan hidup yang baik. Sedangkan teman, kadang paling berpengaruh positif juga negatif. Karena iatu tak salah jika kita menetapkan keriteria tertentu dalam memilih teman dekat.
Rasullulah saw bersabda: “seseorang akan berada dalam sifat temanya. Karena hendaklah salah seorang diantara kamu memperhatikan siapa yang akan ditemaninya,” (HR. At Tirmidzi) Seorang bijak juga pernah berkata: “janganlah engkau bertanya kepada seseorang tentang dirinya, tetapi lihatlah siapa temannya sebab setiap teman akan mengikuti orang yang ditemaninya.” Dari uraian diatas kita dapat melihat betapa besar pengaruh teman dalam kehidupan seseorang. Sadar atau tidak, kebiasaan dan tingkah laku teman akan mempengaruhi kepribadian kita. Misalkan si fulan, setiap hari nongkrong dengan teman yang hobi merokok. Lambat laun dia pun akan menjadi perokok pula. Bahkan sebagian besar pecandu narkotik “belajar” memakai obat terlarang dari teman bergaul. Di sinilah pentingnya selektif dalam memilih teman. Salah pilih fatal akibatnya.
Secara garis besar kepribadian teman dapat dibagi dua. Pertama, tipe teman yang selalu mengajak pada keburukan dan kemaksiatan. Mereka selalu membisikan kesenangan-kesenangan dunia dan memberikan harapan-harapan manis. Mulai dari ajakan mejeng yang tak jelas alasannya, hingga nyobain obat terlarang. Padahal dibalik semua itu terkandung dosa besar yang menjerumuskan kita ke api neraka. Kedua, tipe teman yang selalu mengajak kebaikan. Dia selalu berusaha menjalankan syariat islam dan memelihara hubungan baik dengan keluarga dan lingkungan sekitarnya.
Memang, tidak tepat kita menutup pergaulan dengan orang-orang yang masih bermaksiat. Sebab justru pada orang-orang seperti itu, dakwah tidak diperlukan. Namun dalam mencari teman dekat, mau tak mau kita harus pilih-pilih. Mudah-mudahan dengan akal dan hati nurani yang jernih, kita dapat menentukan siapa teman terbaik bagi kita. Dalam salah satu hadits Rasulullah saw bersabda :” Sebaik-baiknya teman adalah seseorang yang dapat menunjukan kepadamu (beberapa) amanat shalih.” (HR. Muslim).
Nah, siapakah diantara teman kita yang sesuai dengan hadits di atas? Dan apakah kita sendiri sesuai dengan hadits itu? semoga persahabatan yang kita jalin akan member manfaat dan kebahagiaan dunia akhirat. Amin

***

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

My family